Penjelasan Aqiqah Menurut Kepercayaan Islam


Pendapat bahasa ‘Aqiqah artinya: menguraikan. Asalnya disebut ‘Aqiqah, sebab dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan tersebut. Ada yang mengatakan kalau aqiqah ialah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong Ada pula yang mengeluarkan bahwa ‘aqiqah itu asalnya ialah: Sabut yang terjumpa pada oknum si bocah ketika ia keluar mulai rahim embuk, rambut tersebut disebut ‘aqiqah, karena ia mesti dicukur.

Aqiqah ialah penyembelihan domba/kambing untuk momongan yang dilahirkan pada hari ke tujuh, 14, atau 21. Jumlahnya 2 kontrol untuk bayi laki-laki dan 1 termuda untuk balita perempuan.

Dalil-dalil Pelaksanaan

Atas Samurah bin Jundab dia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Semua anak bocah tergadaikan beserta aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi identitas dan dicukur rambutnya. ” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]

Mulai Aisyah dia berkata: Nabi bersabda: “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang serupa dan momongan perempuan mono kambing. ” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]

Anak-anak ini tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih satwa untuknya saat hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama. ” [HR Ahmad]

Daripada Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia mengatakan: Rasululloh menitahkan: “Aqiqah dijalankan karena kemunculan bayi, dipastikan sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya. ” [Riwayat Bukhari]

Mulai ‘Amr bin Syu’aib mulai ayahnya, daripada kakeknya, Nabi bersabda:

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi oleh sebab itu hendaklah ia lakukan untuk laki-laki 2 kambing yang sama dan untuk perempuan tunggal kambing. ” [HR Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad]

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW relasi ber ‘aqiqah untuk Lembut dan Husain pada hari ke-7 atas kelahirannya, beliau memberi seri dan menyabdakan supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya (dicukur)”. [HR. Hakim, di dalam AI-Mustadrak bagian 4, hal. 264]

Tanda: Hasan dan Husain ialah cucu Rasulullah saw SAW.

Daripada Fatimah binti Muhammad pada melahirkan Lembut, dia berkata: Rasulullah bertitah: “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan galuh kepada orang-orang miskin seberat timbangan rambutnya. ” [HR Ahmad, Thabrani, serta al-Baihaqi]

Atas Abu Buraidah r. a.: Aqiqah itu disembelih di dalam hari ketujuh, atau keempat belas, ataupun kedua persepuluhan satunya. (HR Baihaqi & Thabrani).

Norma Aqiqah Keturunan adalah sunnah (muakkad) pantas pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi’i serta sahabat-sahabatnya, Kepala Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan rutin ulama pandai fiqih (fuqaha).

Dasar yang dipakai sama kalangan Syafii dan Hambali dengan mengatakannya sebagai substansi yang sunnah muakkadah adalah hadist Rasul SAW. Yang berbunyi, “Anak tergadai beserta aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)”. (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih)

“Bersama bani ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan dan siram darinya kotoran (Maksudnya bercukur rambutnya). ” (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)

Titik lidah: “maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan” adalah komando, namun sungguh bersifat tentu, karena terselip sabdanya yang memalingkan atas kewajiban yaitu: “Barangsiapa diantara kalian tersedia yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, oleh sebab itu silakan lakukan. ” (HR: Ahmad, Abu Dawud & An Nasai dengan sanad yang hasan).

Perkataan: “ingin menyembelihkan,.. ” merupakan informasi yang memutar perintah yang pada dasarnya tetap menjadi sunnah.

Imam Malik berkata: Aqiqah itu diantaranya layaknya nusuk (sembeliah kompensasi larangan haji) dan udhhiyah (kurban), bukan boleh di aqiqah ini hewan yang picak, kurus, patah urat, dan nyeri. Imam Asy-Syafi’iy berkata: & harus dihindari dalam hewan aqiqah tersebut cacat-cacat yang bukan diperbolehkan di qurban.

Buraidah berkata: Dahulu kami di masa jahiliyah apabila melenceng seorang diantara kami mempunyai anak, ia menyembelih wedus dan mengotori kepalanya dengan darah kibas itu. Oleh sebab itu setelah Allah mendatangkan Islam, kami memotong kambing, memotong (menggundul) penyelenggara si momongan dan melumurinya dengan minyak wangi. [HR. harga aqiqah bandung Debu Dawud bagian 3, hal. 107]

Daripada ‘Aisyah, ia berkata, “Dahulu orang-orang saat masa jahiliyah apabila mereka ber’aqiqah untuk seorang bocah, mereka mengotori kapas beserta darah ‘aqiqah, lalu tatkala mencukur sabut si budak mereka mengurapkan pada kepalanya”. Maka Rasul SAW menitahkan, “Gantilah kadim itu beserta minyak wangi”.[HR. Putri Hibban dengan tartib Putri Balban juz 12, sesuatu. 124]

Menunaikan aqiqah dari sisi kesepakatan para ulama merupakan hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah dalam mana Nabi SAW berfirman, “Seorang bujang terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh & diberi nama”. (HR. al-Tirmidzi).

Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dijalankan pada hari ketujuh, ia bisa dijalankan pada hari ke-14. Meski tidak pula, maka saat hari ke-21 atau masa saja ia mampu. Imam Malik berkata: Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke tujuh (tujuh) bagi dasar imbauan, maka takut-takut menyembelih dalam hari di 4 (empat) ke 8 (delapan), di 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah ini telah sempurna. Karena rukun ajaran Agama islam adalah memudahkan bukan menyusahkan sebagaimana panduan Allah SWT: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan bukan menghendaki pertengkaran bagimu”. (QS. Al Baqarah: 185)

Kegiatan aqiqah disunnahkan pada hari yang ketujuh dari kemunculan, ini berlandaskan sabda Nabi SAW, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai beserta hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dan dia dicukur, & diberi identitas. ” (HR: Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, & dishahihkan per At Tirmidzi)

Dan jikalau tidak bisa melaksanakannya di hari ketujuh, maka sanggup dilaksanakan dalam hari di empat belas kasihan, dan kalau tidak siap, maka pada hari ke dua persepuluhan satu, tersebut berdasarkan hadits Abdullah Putri Buraidah dari ayahnya dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam, sira berkata yang artinya: “Hewan aqiqah ini disembelih di hari ketujuh, ke empat belas, dan ke dua puluh satu. ” (Hadits hasan riwayat Al Baihaqiy)

Namun setelah tiga minggu masih bukan mampu oleh karena itu kapan pula pelaksanaannya dalam kala sungguh mampu, sebab pelaksanaan pada hari-hari di tujuh, di empat belas dan ke dua persepuluhan satu adalah sifatnya sunnah dan paling utama tak wajib. Dan boleh juga melaksanakannya pra hari di tujuh.

Balita yang meninggal dunia pra hari ketujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan aqiqahnya, terutama meskipun balita yang kelulusan dengan syarat sudah berusia empat hari di dalam kandungan ibunya.

Aqiqah adalah syari’at yang ditekan kepada rama si budak. Namun kalau seseorang yang belum dalam sembelihkan hewan aqiqah sebab orang tuanya hingga ia besar, maka dia mampu menyembelih aqiqah dari dirinya sendiri, Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: Dan apabila tidak diaqiqahi oleh ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri jadi hal ini tidak apa-apa menurut abdi, wallahu ‘Alam.

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa/Berkeluarga

Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan di dalam hari ketujuh dari kemunculan. Jika gak bisa, maka pada hari keempat belas kasihan. Dan jika tidak bisa lagi, maka di hari ke-2 puluh wahid. Selain tersebut, pelaksanaan aqiqah menjadi tanggungan ayah.

Tapi demikian, kalau ternyata pada kecil ia belum diaqiqahi, ia siap melakukan aqiqah sendiri di saat mendalam. Satu tatkala al-Maimuni bertanya kepada Kepala Ahmad, “ada orang yang belum diaqiqahi apakah begitu besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri? ” Imam Ahmad menjawab, “Menurutku, kalau ia belum diaqiqahi saat kecil, dipastikan lebih baik melakukannya sendiri saat gede. Aku gak menganggapnya makruh”.

Para saudara Imam Syafi’i juga menganggap demikian. Dari sisi mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang-orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.

Total Hewan

Jumlah hewan aqiqah minimal adalah satu ekor baik untuk laki-laki atau pun untuk perempuan, sesuai perkataan Ibnu Abbas ra: “Sesungguh-nya Rasul SAW mengaqiqahi Hasan serta Husain satu domba satu domba. ” (Hadits shahih riwayat Duli Dawud dan Ibnu Al Jarud)

Kalian harus pulih bahwa Hasan dan Husain adalah budak kembar. Jadi pada wahid kelahiran itu disembelih dua ekor wedus.

Namun yang lebih utama adalah 2 ekor untuk anak laki-laki dan 1 sudut untuk bujang perempuan menurut hadits-hadits berikut ini:

Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata, yang artinya: “Nabi SAW memerintahkan agar dsembelihkan aqiqah mulai anak laki-laki 2 ekor domba dan atas anak cewek satu termuda. ” (Hadits sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan)

Dari Aisyah ra mengatakan, yang berarti: “Nabi SAW memerintahkan itu agar disembelihkan aqiqah mulai anak laki-laki dua ekor domba yang selevel dan daripada anak dara satu kontrol. ” (Shahih riwayat At Tirmidzi)

Hal-hal yang disyariatkan sehubungan dengan ‘aqiqah

Yang berhubungan dengan sang bani

1. Disunnatkan untuk memberi nama dan mencukur serat (menggundul) saat hari ke-7 sejak hari iahirnya. Misalnya lahir di dalam hari Esa, ‘aqiqahnya rontok pada hari Sabtu.

dua. Bagi anak laki-laki disunnatkan ber’aqiqah dengan dua ekor wedus sedang bagi anak cewek 1 kontrol.

3. ‘Aqiqah ini paling utama dibebankan lawan orang tua si anak, namun boleh pula dilakukan sama keluarga yang lain (kakek dan sebagainya).

4. Aqiqah ini hukumnya sunnah.

Daging Aqiqah Lebih Indah Mentah / Dimasak

Dianjurkan agar dagingnya diberikan dalam kondisi sudah dimasak. Hadits Aisyah ra., “Sunnahnya 2 ekor kambing untuk bani dan mono ekor kambing untuk bujang perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dikonsumsi (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Uci-uci aqiqah diberikan kepada tetangga dan sengsara miskin pula bisa diberikan kepada manusia non-muslim. Lagi pula jika hal itu dimaksudkan untuk mempesona simpatinya & dalam rajah dakwah. Dalilnya adalah tutur Allah, “Mereka memberi membaham orang rendah, anak yatim, dan tahanan, dengan perasaan senang”. (QS. Al-Insan: 8). Menurut Ibn Qudâmah, tawanan pada tatkala itu adalah orang-orang kafir. Namun demikian, keluarga pun boleh menghancurkan sebagiannya.

Yang berhubungan beserta binatang sembelihan

1. Di masalah ‘aqiqah, binatang yang boleh dipergunakan sebagai sembelihan hanyalah kambing, tanpa memperlakukan apakah pelupuk mata atau puan, sebagaimana babad di bawah ini:

Daripada Ummu Kurz AI-Ka’biyah, sebetulnya ia relasi bertanya kepada Rasulullah SAW tentang ‘aqiqah. Maka bicara beliau SAW, “Ya, untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak dara satu kontrol kambing. Tidak menyusahkanmu bagus kambing tersebut jantan atau pun betina”. [HR. Ahmad dan Tirmidzi, dan Tirmidzi menshahihkannya, pada Nailul Authar 5: 149]

Dan kami belum mendapatkan dalil yang lain yang menunjukkan adanya satwa selain kibas yang dipergunakan sebagai ‘aqiqah.

2. Tenggat yang dituntunkan oleh Nabi SAW berdasar pada dalil yang shahih adalah pada hari ke-7 mulai kelahiran anak tersebut. [Lihat saksi dusta riwayat ‘Aisyah dan Samurah di atas]

Pembagian uci-uci Aqiqah

Adapun dagingnya oleh sebab itu dia (orang tua anak) bisa memakannya, menghadiahkan sebagian dagingnya, dan mensedekahkan sebagian lagi. Syaikh Utsaimin mengatakan: Dan tidak apa-apa dia mensedekahkan darinya dan mengumpulkan kerabat serta tetangga untuk menyantap persembahan daging aqiqah yang sudah biasa matang. Syaikh Jibrin berkata: Sunnahnya dia memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya kepada sahabat-sahabatnya, dan mensedekahkan sepertiga sedang kepada umat islam, dan mahir mengundang sohib2 dan kerabat untuk menyantapnya, atau mahir juga dia mensedekahkan semuanya. Syaikh Rumpun Bazz mengatakan: Dan tuan bebas memilih antara mensedekahkan seluruhnya ataupun sebagiannya dan memasaknya lantas mengundang sosok yang kamu lihat terampil diundang dari kalangan macam, tetangga, sobat-sobat seiman serta sebagian sosok faqir untuk menyantapnya, & hal seperti dikatakan sama Ulama-ulama yang terhimpun dalam Al lajnah Ad Daimah.

Pemberian Nama Anak

Tidak diragukan lagi kalau ada hubungan antara maksud sebuah nama dengan yang diberi seri. Hal tersebut ditunjukan secara adanya sekitar nash syari yang memberitahukan hal ini.

Dari Bubuk Hurairoh Ra, Nabi SAW bersabda: “Kemudian Aslam mudah-mudahan Allah menyelamatkannya dan Ghifar semoga Yang mahakuasa mengampuninya”. (HR. Bukhori 3323, 3324 & Muslim 617)

Ibnu Al-Qoyyim berkata: “Barangsiapa yang menggubris sunah, ia akan meraih bahwa makna-makna yang terkandung dalam identitas berkaitan dengannya sehingga serasa makna-makna tersebut diambil darinya dan serasa nama-nama ini diambil daripada makna-maknanya”. Meski anda ingin mengetahui akibat nama-nama lawan yang diberi nama (Al-musamma) maka perhatikanlah hadits pada bawah tersebut:

Dari Said bin Musayyib dari bapaknya dari kakeknya Ra, ia berkata: Aku datang terhadap Nabi SAW, beliau pun bertanya: “Siapa namamu? ” Aku balas: “Hazin” Rasul berkata: “Namamu Sahl” Hazn berkata: “Aku tidak akan merobah nama pemberian bapakku” Putra Al-Musayyib berkata: “Orang tersebut senantiasa bergaya keras lawan kami setelahnya”. (HR. Bukhori) (At-Thiflu Wa Ahkamuhu/Ahmad Al-’Isawiy hal 65)

Oleh karena itu, pemberian nama yang bagus untuk anak-anak menjadi satu diantara kewajiban orang tua. Di antara nama-nama yang indah yang ranggi diberikan merupakan nama rasul penghulu zaman yaitu Muhammad. Sebagaimana petuah beliau: Atas Jabir Ra dari Rasul SAW beliau bersabda: “Namailah dengan namaku dan janganlah engkau memakai kunyahku”. (HR. Bukhori 2014 dan Orang islam 2133)

Untuk mengetahui cara pemberian nama yang baik pikir ajaran Agama islam, silahkan fraksi:

Memberi Seri Bayi alias Anak Berdasar pada Islami

Membabat Rambut

Memotong rambut ialah anjuran Nabi yang luar biasa baik untuk dilaksanakan pada anak yang baru wujud pada hari ketujuh.

Pada hadits Samirah disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Setiap anak terpenjara dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi identitas, dan dicukur”. (HR. at-Tirmidzi).

Dalam kitab al-Muwaththâ` Kepala Malik menerangkan bahwa Fatimah menimbang bobot rambut Rancak dan Husein lalu beliau menyedekahkan argentum seberat rambut tersebut.

Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut kudu dilakukan secara rata; gak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian lainnya dibiarkan. Tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang semakin -insya Allah- bertambah besar agaknya sedekahnya.

Seruan Menyembelih Fauna Aqiqah

Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.

Memiliki arti: Dengan nama Allah, akur Allah terimalah (kurban) dari Muhammad & keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad. ” (HR Ahmad, Orang islam, Abu Dawud)

Doa momongan baru dilahirkan

Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin

Memiliki arti: Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Tuhan Yang Sempurna dari sekalian gangguan syaitan dan gelaran binatang bersama gangguan sorotan mata yang dapat memapah akibat jelek bagi segalanya yang dilihatnya. (HR. Bukhari)

Hikmah Aqiqah

Aqiqah Menurut Syaikh Abdullah nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Agama islam sebagaimana dilansir di satu situs mempunyai beberapa moral diantaranya:

1. Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW pada meneladani Nabiyyullah Ibrahim USA tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail USA.

2. Di aqiqah ini mengandung point perlindungan atas syaitan yang dapat mengocok anak yang terlahir tersebut, dan berikut sesuai beserta makna hadits, yang artinya: “Setiap budak itu tergadai dengan aqiqahnya. ” [3]. Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Tuhan lebih tersembunyi dari huru-hara syaithan yang sering memegang anak-anak. Hal inilah yang dimaksud per Al Kepala Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai sambil aqiqahnya”.

3. Aqiqah ialah tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak di dalam hari perhitungan. Sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: “Dia tergadai dari menyampaikan Syafaat untuk kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya)”.

4. Merupakan paham taqarrub (pendekatan diri) mendapatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus guna wujud mencicip syukur untuk karunia yang dianugerahkan Tuhan Subhanahu wa Ta’ala beserta lahirnya sang anak.

5. Aqiqah serupa sarana menampakkan rasa gembira dalam menjalankan syari’at Agama islam & bertambahnya keturunan mukmin yang mau memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

6. Aqiqah mendindingi ukhuwah (persaudaraan) diantara warga.

Dan masih banyak sedang hikmah yang terkandung di pelaksanaan Syariat Aqiqah tersebut.

Pengertian Aqiqah, Dalil Syari Tentang Aqiqah, Hukum Aqiqah Oleh Serbuk Muhammad ‘Ishom bin Mar’i[Disalin dan diringkas kembali dari kitab “Ahkamul Aqiqah” karya Abu Muhammad ‘Ishom bin Mar’i, terbitan Maktabah as-Shahabah, Jeddah, Saudi Arabia, dan diterjemahkan oleh Mustofa Mahmud Adam al-Bustoni, dengan judul “Aqiqah” terbitan Titian Ilahi Press, Yogjakarta, 1997]

Standard

Sinopsis Film Thapki ANTV


Suman menolong Thapki mencuci baju dan berbilang bahwa tersedia obat pada meja makan dan makanan di di balik. Ayah Diwakar marah di Diwakar terpesona sikapnya lepas petugas waris. Aditi merasa rencananya lawan Diwakar makbul. Bihan bertanya soal dua lembar uang 500 rupiah di tasnya. Thapki memilih2x menyembunyikan fenomena bahwa dia digaji oleh sebab itu pembantu. Dhruv mengungkapkan kepeduliannya melihat Thapki bekerja maka pembantu. Shraddha menghentikan Dhruv bicara pada Vasundra urusan ini.

Bihan hendak mengenakan pisau untuk bercukur. dev dan sona Thapki bilang tanpa pakai tersebut tapi Bihan tetap memakainya, sehingga terkeloyak. Diwakar walhasil tahu dia memakan bhaang. Inspektur waris mengingatkan Aditi dan keluarganya. Shraddha susah hati pada Thapki melihat fotonya dibuang dan memutuskan untuk balas mual. Badki mengeluh disuruh menyusuk. Shraddha kira pada Badki dan Chutki bahwa Thapki sudah banyak pekerjaan.

Bihan mengungkapkan kebahagiaannya pada Thapki. Tapi Thapki tidak dapat bicara karena bibir Thapki terkena lem. Bihan berusaha membantu Thapki. Bihan menimbulkan pada Thapki apa yang sebenarnya disembunyikan Thapki. Menurut Shraddha, Thapki berkata ingin membuat Bihan tetap deket dengan keluarganya. Diwakar memasang papan sebutan di griya Aditi. Diwakar mengancam Aditi tidak mencopotnya kalau tidak mau masuk penjara. Shraddha bicara urusan kegelisahannya terpesona perasaan Dhruv pada Thapki.

Dhruv bilang pada Shraddha dia cua adanya perubahaan hubungan dalam keluarga. Shraddha memutuskan dengan mengambil hati Dhruv apapun resikonya. Dhruv nanap saat Shraddha memanggilnya di taman. Bihan dan Thapki kaget berjumpa Dhruv & Shraddha pada taman.

Thapki membuat teladan Taj Nadir dari wax dan berkata tak sedang percaya cita. Bihan kira Thapki memiliki hati yang baik. Dhruv berjanji di dalam Shraddha bahwa Shraddha seharusnya tak menguji karena peluang lalu Dhruv dan berkata Dhruv kudu waktu untuk menerima Shraddha. Thapki dimarahi Bihan sebab mau masuk permainan, namun demikian Thapki berkata dia demikian demi Bihan. Thapki bertanya apakah Bihan berencana menghindar keluar. Bihan merasa Thapki menyembunyikan objek.
Thapki ANTV hari berikut, Kamis 8 September 2016 tayang umumnya 13. 30 WIB.

Standard